Rabu, 16 April 2008

Anilis Kasus dari Sudut Pandang Psikologi Komunikasi

Selain Menipu Her, juga Memasok Wanita

Indramayu, (PR).-

Her (39), anggota Demsus (Detasemen Khusus) 88 Anti teroris Mabes Polri gadungan, ternyata tak hanya menipu warga yang ingin menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Dari hasil penyelidikan Polres Indramayu, lelaki yang merupakan mantan staf KCD Disdik Kec. Pamanukan, Kab Subang itu, juga memasok wanita untuk dijadikan geisha di Jepang.

Dalam kegiatan itu, Her diduga berhubungan dengan sindikat kejahatan terorganisasi di Jepang yang disegani di dunia yakni, Yakuza. Lelaki yang tertangkap di Jakarta karena laporan penipuan PNS, diduga jadi mata rantai perdagangan wanita (trafficking) di Asia yang digerakan Yakuza.

”Selain menipu warga untuk PNS dia juga menipu wanita untuk jadi geisha di Jepang,” ujar Kalakhar (Kepala Pelaksana Harian) Satreskrim Polres Indramayu, Iptu Endang Koswara.

Kegiatan trafficking Her terungkap lewat penyidikan Satreskrim Polres. Kebetulan, Selasa (27/3), ada enam wanita datang ke mapolres untuk mengadukan ulah Her.

Para wanita itu datang setelah mendengr kabar Her di tangkap polisi di Jakarta. Dalam pengaduannya, mereka mengaku direkrut Her, tapi kabur sebelum berangkat ke Jepang.

Seperti deberitakan ”PR”, Her mangaku sebagai salah satui pimpinan regu Densus 88 Antiteroris Mabes Polri. Ia dibekuk jajaran Reskrim Polres Indramayu, setelah terungkap menipu enam warga Indramayu dengan alasan akan diangkat menjadi PNS, Her mengutip uang antara Rp 10 juta sampai Rp 25 juta. Sedangkan untuk biaya ke Jepang, ia mengutip Rp 2 juta sampai Rp 5 juta.

Reputasi Her sebagai penipu cukup profesional. Sebelumnya, tahun 2006, lelaki penipu itu tenyata sempat menjadi warga teladan di Kec. Sindang tempatnya tinggal bersama istrinya.


Anilis Kasus dari Sudut Pandang Psikologi Komunikasi

Faktor-faktor personal yang mempengaruhi perilaku manusia

berpikir atau berakal budi (reason).

· Dari faktor biologis : kemungkinan adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh Her, selain dibentuk oleh lingkungan tapi juga bisa berasalal dari warisan genetik keluarganya tapi dalam artikel ini tidak di jelaskan mengenai latar belakang keluarga Her.

· Dari faktor emosi :

Her à mempunyai sifat yang bertolak belakang seperti kita ketahui pada wacana di atas Her, adalah seorang penipu yang cukup profesional dan di lain sisi Her, adalah seorang warga teladan di tempat ia tinggal bersama istrinya.

Korban Her à ke enam wanita tersebut memiliki emosi yang tidak terkendali karena, mereka merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang ada pada diri meraka. Di lain satu hal meraka juga tidak ingin berusaga untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

· Dari faktor kepercayaan :

Her à Her, mempunyai kepercayaan yang rasional dan irrasional

Korban Her à kepercayaan sugesti otoritas

· Dari faktor sosial : keterpaksaan masyarakat di Indonesia untuk melakukan sesuatu hal karena, dorongan untuk bertahan hidup.

· Dari faktor lingkungan : mungkin dari faktor sosial di Indonesia sudah melekatnya latar belakang masyarakat Indonesia yang menginginkan segala sesuatu dengan instan dan menginginkan hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal(RenniFemy)

Tidak ada komentar: